PKPU

Berita Utama

‘Tanduk Afrika’ Dilanda Kelaparan, PKPU Terjun Bantu Pengungsi

tanduk-afrika-dilanda-kelaparan-pkpu-terjun-bantu-pengungsi-EUW Wednesday, March 22nd, 2017

MOGADISHU - Bencana kekeringan dan ancaman kelaparan parah telah melanda wilayah tanduk Afrika yang terdiri dari sejumlah negara seperti Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Somalia, dan Ethiopia. Lembaga Kemanusiaan PKPU Human Initiative turut memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat setempat.

PKPU Human Initiative selalu berkoordinasi dan diskusi dengan Kedutaan Besar Repulik Indonesia (KBRI) Nairobi untuk menyalurkan bantuan tahap pertama di Somalia.

PKPU juga melakukan penilaian kebutuhan untuk bantuan awal dengan mitra lokal internasional di Mogadishu. Kemudian menetapkan bantuan darurat tahap pertama meliputi pangan, penyediaan air dan pelayanan kesehatan.

Respons darurat akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. ”Bantuan tahap awal akan dilaksanakan dalam jangka waktu 3-10 hari sebagai berikut penyaluran bantuan paket makanan untuk 2100 orang, distiribusi air minum untuk 50.000 orang,” kata Presiden Direktur PKPU Human Initiative Agung Notowiguno, Senin 20 Maret 2017.

PKPU juga memberikan pelayanan kesehatan keliling untuk 1.000 orang dan pembuatan sumur baru yang akan melayani masing-masing 50 keluarga di setiap titik. ”Catatan PKPU, warga membutuhkan bantuan pangan darurat untuk mengurangi dampak krisis kelaparan dan kekurangan gizi,” ujarnya.

Tanduk Afrika Dilanda Kelaparan, PKPU Terjun Bantu Pengungsi

Distribusi air minum diprioritaskan di pusat-pusat penampungan pengungsi dan wilayah pedesaan yang terpencil. Selanjutnya pemberian bantuan penyediaan air untuk penduduk, pengungsi dan ternak disamping indusri rumahan dan kebun keluarga. Kemudian pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak khususnya usia di bawah 5 tahun, pelayanan kesehatan, tempat perlindungan dan penampungan, sanitasi, serta perlengkapan keluarga.

Diketahui sejak akhir 2016 terjadi kekeringan berkepanjangan dan konflik sosial di beberapa negara di antaranya Somalia, Kenya, dan Sudan Selatan. Hal ini menyebabkan jutaan orang dalam ancaman kelaparan.

Sebanyak 6,35 juta orang di Somalia dan 9,1 juta orang di Ethiopia mengalami krisis pangan akibat kekeringan. Sekitar 2,7 juta orang di Kenya membutuhkan bantuan kemanusiaan. Wabah kolera yang melanda bagian selatan Somalia mengakibatkan 110 orang meninggal hanya dalam 48 jam.

Kekeringan juga menyebabkan 550.000 anak di bawah umur mengalami kekurangan gizi akut. Keringnya beberapa sungai besar di Somalia menyebabkan ternak mati.

Kondisi ini juga diperburuk oleh konflik bersenjata yang terus berlanjut di wilayah Sudan Selatan, Somalia, dan perbatasan Kenya. Konflik bersenjata telah melemahkan kemampuan pemerintah setempat dalam merespon krisis ini.

Pemerintah Kenya telah menyatakan situasi ini sebagai bencana nasional dan telah meminta bantuan Internasional. Pusat-pusat penampungan di kota Mogadishu mengalami kenaikan jumlah pengungsi dalam 3 bulan terakhir. (ko-kis/pkpu_hi)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather