PKPU

Berita

Gelar Partnership Gathering Wujud Kepedulian PKPU Pada Kesehatan Anak

Thursday, October 20th, 2016

BENZANO – Seperti diketahui 8 juta balita di Indonesia tercatat  kekurangan gizi dan 5,4 juta di antaranya terindikasi mengalami gizi buruk demikian yang keungkapkan dalam catatan tahunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2015. Banyak solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, di antaranya melalui faktor ekonomi, aksebilitas pangan, pola asuh, sanitasi dan air minum, serta pelayanan kesehatan.

Demi merumuskan kebijakan dan aksi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gizi buruk, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menggelar acara Partnership Gathering dengan mrmgangkat tema ”Menyongsong Generasi Emas 2045” di Jakarta, Rabu (19/10). Acara ini digelar untuk mencapai sinergi dan kontribusi agar hak-hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang terpenuhi. Salah satunya melalui program kesehatan bagi anak.

PKPU telah bersinergi dengan program pemerintah membantu mengatasi masalah gizi anak Indonesia. ”Kami hadir dan berpartisipasi aktif untuk memadukan ABG. Program kesehatan di antaranya Duta 1.000 HPK, Kampung Nutrisi, Sadar Gizi/Sagita, Berbagi Air, TB Care, Prosmilling,” ujar Presiden Direktur PKPU Agung Notowiguno kepada awak media, Rabu (19/10).

peuf_20161019_45

Kemudian “Tidak mungkin kami berdiam diri atau membiarkan pemerintah melakukan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) sendirian. Global Partnership adalah keniscayaan, melalui pendekatan Triplehelix yang populer dengan istilah ABG (Akademisi, Business, Government),” tambahnya.

Millennium Development Goals (MDGs) sudah berakhir 2015. Namun pencapaian program MDGs tersebut masih jauh dari harapan. Untuk itu MDGs dilanjutkan dengan SDGs hingga 2030 tutur Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nurali yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dirinya juga menambahkan bahwa persoalan utama SDGs, terkait mengenai kesehatan anak adalah kasus kurang gizi, usia merokok semakin muda, dan penyakit tidak menular semakin tinggi. ”Saat ini anak meninggal akibat penyakit tidak menular naik, dari 37% menjadi 57%,” katanya. Dan penanganan penyakit tidak menular ini membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Sebagai antisipasi, pemerintah menelurkan Gerakan Hidup Sehat. Program ini fokus pada peningkatan aktivitas fisik anak, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta deteksi dini.

benzano

Sumber: benzano.com

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather